Rabu, 22 Januari 2014

Jenis Etsa Untuk Beberapa Material uji Metalografi


Dalam prosedur  metalografi, ada tahapan yang disebut “etching”,tahapan ini dilakukan dengan memberika larutan etsa kepada spesimen sesuai dengan metode dan waktu yang ditentukan. Proses yang terjadi pada etching ini yaitu penyerangan/pengikisan batas butir secara selektif dan terkendali,sehingga struktur yang akan diamati terlihat dengan jelas dan tajam.  Jika tidak memperhatikan metode yang tepat serta lamanya waktu kontak dengan larutan maka biasanya spesimen akan “gosong”, kesalahan dalam memilih larutan juga menyebabkan batas butir tidak akan tampak pada mikroskop logam ketika kita amati, maka sebelum melakukan proses ini tentunya kita harus mengetahui jenis larutan dan metode yang tepat.

Secara singkat, prosesnya secara umum yaitu :
1.                  Sampel telah di-cutting, mounting, grinding, dan polishing.
2.                  Sampel tersebut dibersihkan dengan air dan alkohol.
3.                  Sampel ditetesi zat etsa selama beberapa detik.
4.                  Sampel dibersihkan dengan alkohol dan dikeringkan dengan blower/hair drayer.
5.                  Sampel dilap dengan tisu.

Etsa dibagi menjadi dua macam, yaitu :

1.                  Etsa kimia, yaitu proses pengetsaan  menggunakan larutan kimia dengan  karakteristik tertentu. Penampakan batas butir spesimen bergantung pada jenis masing-masing  larutan.
waktu etsa relatif singkat  (satuan  detik) sesuai  metode yang digunakan imerge ataupun swept.

2.                  Elektro Etsa (Etsa Elektrolitik),yaitu  etsa  menggunakan reaksi elektroetsa. Dalam pelaksanaannya  dilakukan  pengaturan tegangan dan kuat arus listrik juga waktunya.



TABEL  FORMULASI ZAT ETSA

LOGAM
KADAR
TEMPERATUR
RAPAT ARUS TEGANGAN
KECEPATAN
ETSA
Based Ferrous
Nital 2%
(asam nitrat : alkohol = 1:4)
Kamar
-
-
Alluminium
5 – 10 % Sodium Hidroksida (NaOH), 75% volume Asam Nitrat (HNO3), 25% Volume HF
40 – 80oC
Kamar
-
-

Kuningan atau Tembaga
Lar. FeCl3 (3 BE) +  3 – 5% vol. Hydrochloric acid, 60% vol. nitric acid, 10% vol. sulphuric
Acide + 2 ½ - 20% chromic acide ammonium persulphate,              10 – 25%
+ 7 p.p.m mercurous Chloride,
30% ammonium
chloride + 5% sodium chloride
15oC
45oC
Room
Room
Room
Room
-
-
-
-
-
10 volts,
3 – 5 amp / dm2
100 μm/h
250 μm/h
5 μm/min
25 μm/min
Zinc
Asam Nitrat 10%
Kamar
-
600 μm/min
Gear Carburizing
Nital 2%
(asam nitrat : alkohol = 1:4)
Kamar
-
-



DAFTAR ETCHING REAGENT

NO.
NAMA
KOMPOSISI
CARA
PENGGUNAAN
Besi dan Baja (MICRO)
1.

2.


3.
Nital

Picral


Aqua Regia
HNO3 : 1-5 ml
Alkohol : 100 ml 95%
Picric acid : 4 gr
Alkohol : 100 ml 95%

HNO3 : 20 ml
HCl : 60 ml
Beberapa detik s/d 1
menit
Beberapa detik s/d 1 menit

Beberapa detik
Baja karbon

Baja karbon & low
alloy hasil heat
treatment
Stainless steel
Besi dan Baja (MACRO)
1.

2.
Hidrochloric acid

Nitric acid
HCl : 50 ml
H2O : 50 ml
HNO3 : 0,5 – 1% dalam
H2O
1-60 menit pada
temperatur 75oC
30 – 60 detik setelah
digrinding baja
Crack, porosity dan
depth of hardness
Struktur las-lasan
Al Alloy
1.


2.

3.
Sodium Hidroxide

Nitric acid

Tuckar’s
NaOH : 1 gr
H2O : 99 ml

HNO3 : 25 ml

HF : 15 ml
HCP : 45 ml
HNO3 : 25 ml
H2O : 25 ml
10 detik


Beberapa puluh detik

15 detik
Umum (micro)


Al Fe Si (micro)

Macro
Cu Alloy
1.


2.
Aluminium
Hidroxide

Chromic acid
Diluted solution 25%
NHuOH (dengan beberapa H2O2)
Saturated aqueous solution (Cr2O3)
Beberapa detik


Beberapa detik
Brass, bronze


Copper

Untuk Material non LOGAM, pada dasarnya sulit untuk dilakukan pengamatan strukur mikronya walaupun telah dilakukan etching. Hal ini dikarenakan material-material non logam memiliki banyak pores/pori-pori (porositas tinggi), Sehingga banyak ditemukan titik titik hitam saat dilakukan pengamatan.





1 komentar:

  1. Hallo ka. Sorry mau tanya, kalo tabel larutan etsa itu standardnya liat dimana ya ka? Makasi

    BalasHapus