Jumat, 13 Juni 2014

Perubahan struktur mikro dari bentuk bulat ke pipih dengan teori dislokasi

Logam dikenal mempunyai sifat ulet artinya mampu berdeformasi plastis bila mengalami deformasi yang cukup besar. Gaya yang bekerja pada benda tentunya akan diterima juga oleh kristal akan mendorong barisan atom dalam kristal, yang dapat memutus ikatan antar atom dari barisan atom.





Gambar dibawah menujukkan tahapan terjadinya deformasi plastis pada logam dalam hal ini kristalnya. Dalam logam ikatan antar atom dapat terjadi antara atom yang saling berdekatan dan dapat terlepas bila jaraknya membesar. Gambar (a), memperlihatkan bagian dari kristal yang menerima gaya-gaya. Gaya ini mendorong barisan atom terdepan ke kanan. Baris berikutnya juga terdorong ke kanan , tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Dengan gaya yang cukup besar ikatan atom antara baris atom pertama dan kedua bagian atas terputus dengan bagian bawahnya, dan baris pertama bagian atas akan  bersambung dengan baris kedua bagian bawah. (b)  sedang baris dua bagian atas tidak ada sambungannya. Ini dinamakan dislokasi.
            Dengan mekanisme yang sama, dislokasi ini akan bergeser terus, (c),sehingga  akhirnya dislokasi sampai ke ujung kristal, terjadi slip, seluruh bagian atas sudah bergeser satu jarak atom terhadap bagian bawah. Dengan bekerjanya gaya lebih lanjut dapat terjadi dislokasi dan slip baik dalam slip yang sama atau pada bidang lain. Karenanya bentuk kristal akan berubah menjadi lebih pipih dan panjang.
            Dengan melakukan deformasi maka bentuk kristal akan berubah, yang tadinya equiaxed (gambar a ) menjadi memanjang ( gambar b ).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar